Minggu, 11 November 2012

Bulan Satelit Bumi



BULAN SATELIT BUMI

A. BULAN     


Di antara semua satelit yang ada di dalam tata surya, hanya bulan lah yang paling akrab dengan kita dan sering kita lihat pada malam hari. Bulan tidak memiliki sinar sendiri, melainkan hanya memantulkan msinar matahari yang datang kepadanya.

            Bulan yang dalam bahasa inggrisnya di sebut MOON adalah sebuah satelit satu-satunya yang dimiliki oleh bumi. Setiap planet memiliki satelitnya masing-masing kecuali planet merkurius dan venus.

            Pengetahuan manusia tentang bulan semakin bertambah sejak pendaratan pertama apolo 11 oleh astronot Neil Amstrong, Edwin Aldrin, Michael Collin, dan Yuri Gagarin.

            Dari pengamatan para astronot, di peroleh bahwa bentuk bulan bulat seperti bola dengan permukaan yang tidak rata, melainkan bergunug-gunung. Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan tarikan grafitasi di permukaannya sekitar 17 persen daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari, dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari. Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi. Di bulan tidak ada atmosfer. Perubahan temperature di permukaannya sangat besar, yaitu 110’C di tempat yang kena sinar matahari dan -173’C di tempat yang tidak terkena sinar matahari sehingga tidak memungkinkan untuk adanya kehidupan di sana.

B. Peredaran Bulan

  1. Rotasi Bulan

Bulan berputar pada sumbunya membutuhkan waktu kira-kira satu bulan, sama dengan waktu revolusinya mengelilingi bumi. Akibatnya, permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu sama. Jadi, jika kamu perhatikan permukaaan bulan setiap kali bulan penuh (purnama), akan terlihat bahwa pola lpermukaan bulan selalu sama. Saat bulan mengitari bumi satu kali, bulan juga berputar pada porosnya satu kali. Jadi, waktu retasi bulan sama dengan revolusinya. Karena waktu rotasi bulan sama dengan waktu revolusinya, maka permukaan bulan yang tampak dari bumi hampir selalu sama.



  1. Revolusi bulan

Bulan beredar mengelilingi bumi, sekaligus bersama bumi mengelilingi matahari atau bulan berevolusi terhadap bumi dan bersama bumi berevolusi terhadap matahari. Kala revolusi bulan terhadap bumi sama dengan kala rotasinya, akibatnya bagian bulan yang menghadap bumi selalu tetap (sama). Jadi ada bagian bulan yang tidak pernah terlihat dari permukaan bumi. Bidang edar bulan mengelilingi bumi berbentuk sudut 5° dengan ekliptika. Kala revolusi bumi sama dengan 12 x kala revolusi bulan terhadap bumi. Jadi selama bumi beredar 1 x mengelilingi matahari, bulan beredar 12 x mengelilingi bumi. Kala revolusi bulan terhadap bumi adalah 29,5 hari sehingga selang waktu yang diperlukan bulan untuk 12 x mengelilingi bumi adalah 12 x 29,5 = 354 hari.


C. Perubahan Bentuk Semu bulan

      Secara garis besar perubahan bentuk bulan terjadi dalam empat bentuk yaitu;
-         bulat penuh atau purnama
-         tiga seperempat bagian
-         bulan separuh
-         dan berbentuk sabit

Sebenarnya bentuk permukaan bulkan itu tidak berubah. Perubahan kenampakan bentuk bulan itu disebabkan oleh perubahan kedudukan bulan rterhadap bumi. Ada empat tahap kedudukan bulan,yaitu;

-         tahap pertama di sebut bulan baru. Saat itu bulan berasda di antara bumi dan matahari, sehingga bagian gelapnya menghadap kea rah kita. Dengan demikian kita tidak dapat melihat bulan.
-         Tahap minggu pertama. Saat ini kita melihat bulat berbentuk sebelah, karena setengah dari bagian bulan yang mendapat cahaya matahari menghadap kea rah kita. Hal ini terjadi pada saat bulan berada di sisi matahari.
-         Tahap bulan purnama yang di sebut oposisi. Pada saat itu kita dapat melihat keseluruhan permukaan bulan yang berupa lingkaran penuh. Hal ini terjdai karena seluruh permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari menghadap kebumi. Pada saat ini dikatakan bulan berada pada kedudukan oposisi
-         Tahap minggu ketiga. Saat ini bulan kelihatan mulai mengeacil kembali dan terlihat berbentuk setengah lingkaran. Hal itu terjadi karena hanya setengah bagian bulan yang menghadap ke bumi mendapat cahaya matahari. Sementara setengah bagian yang lain dalam keadaan gelap. Kedudukan bulan kembali berada di sisi matahari











D. Gerhana

  1. Gerhana matahari

Gerhana matahari terjadi pada saat Matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis yang lurus. Berikut ini adalah kemungkinan kemungkinan terjadinya gerhana matahari yaitu ;
-         bagian yang terkena bayangan inti (umbra) di katakana mengalami gerhana matahari total
-         bagian bumi yang kena bayang-bayang tambahan (penumbra) di katakana mengalami gerhana sebagian
-         bagian bumi yang mengalami perpanjangan bayang inti ( umbra negative) dikatakan matahari cincin.
  1. Gerhana bulan

Gerhana bulan terjadi apabila Matahari-bumi-bulan terletak pada satu garis yang lurus. Berikut adalah tahapan-tahapan saat terjadi gerhana bulan yaitu;
-         sebelum terjadi gerhana sebagian terlebih dahulu terjadi penyuraman sinar bulan yaitu pada saat bayang-bayang bumi( penumbra ) memasuki bulan.
-         Kemudian terjadi gerhana sebagian, pada saat sebagian bulan terkena bayang-bayang bumi ( umbro ).
-         Gerhana bulan total terjadi pada saat seluruh permukaan bulan terkena bayang-bayang bumi.
-         Kemudian akan kembali terjadi gerhana sebagian ketika bulan mulai melepaskan diri dari bayang baayang bumi tetapi belum seluruhnya lepas dari bayang-bayang bumi
-         Bulan hanya menerima bayang-bayang bumi ( penumbra ). Bulan masih terlihat suram atau kurang terang. Pada saat bayang-bayang bumi tidak lagi mengenai bulan, bulan akan terlihat terang.

Perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan

Gerhana matahari

1. cahaya matahari ditutupi bulan
2. terjadi pada saat konjungsi
3. diamati siang hari
4. lamanya maksimum 7 menit 58 detik
5. matahari digelapi dari kanan ke kiri (jika menghadap ke utara)
6. bulan berada kira-kira di bidang ekliptika.

Gerhana bulan

1. bulan ditutupi bayangan bumi
2. terjadinya pada saat oposisi
3. diamati malam hari
4. lamanya 3 jam
5. bulan digelapi dari kiri ke kanan (jika menghadap ke utara)
6. bulan kira-kira berdekatan pada bidang ekliptika.

kunjungi facebook dan blog saya
facebook @aryo arganata sucipto
blog aryoarganata@ymail.com